Jumat, 07 Desember 2012

PerubahanSosial_AchmadFauzi_jurnalistik1B

PERUBAHAN SOSIAL
Fungsionalisme Nurul Iman Terhadap Masyarakat Sekitar
 
Nama : Achmad Fauzi
NIM : 1112051100046
Kelas : Jurnalistik 1B
 
Latar Belakang :
          Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbanding¬an dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat,pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-peru¬bahan. Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang meng¬alami perubahan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, dan perubahan yang berlangsung dengan cepat. Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Kesenian marawis ini hampir identik dengan dengan kesenian Sufi karena setiap Syair yang dibawakan mengandung puji2an kepada Rasulullah beserta keluarga, para Wali dan Permohonan doa kepada Allah SWT. Merupakan gendang kecil berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm. Alat ini terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dilubangi dalat inilah yang menjadi ciri khas dari musik jenis ini, sehingga musik jenis ini pun disebut dengan Marawis.
Pertanyaan Pokok :
-          Apa dampak dari Nurul Iman bagi anda dan anggota yang lainnya?
-         Untuk keluarga anda dan masyarakat , apa dampak perkumpulan Nurul Iman itu sendiri?
 
Metode Penelitian :
Metode yang Digunakan: Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.
          Lokasi : Musholla Nurul Iman, jln Sinta RT 003/02
            Waktu : 5 Desember 2012 pukul 15.30
 
 
Gambaran Subjek dan Objek :
Nurul Iman ini adalah suatu kelompok musik Hadroh atau lebih dikenal Marawis, didirikan pada pada 11 Oktober 2010, berdiri baru sekitar 2 tahun. Anggotanya terdiri dari 15 orang,  8 pemain hadroh, 3 vocal, 4 pemain bass.
Angga Setiawan (13 April 1994) adalah salah satu anggota dari Nurul Iman, beliau adalah salah satu pemain hadroh di kelompok Nurul Iman ini, alasan Angga masuk ke dalam Nurul Iman adalah karena keinginan untuk lebih dalam mempelajari islam, sunnah – sunnah Rosul, firman, dan haditsnya.
 
Analisis :
-          Bagi Angga dan anggota lain dampak yang didapatkan yaitu mengenal lebih dalam Islam dan mengetahui sejarah Rosul melalui syair – syair yang dilantunkan melalui permainan hadroh
-          menurut keluarga Angga mereka bisa menjadi rajin mengikuti pengajian dikarenakan dalam perkumpulan ini pengajian jadi lebih menarik karena adanya lantunan syair yang diiringi oleh hadroh dan menurut masyarakat, Nurul Iman dapat merangkul anak muda agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
www.wikipedia.com
Narasumber : Angga Setiawan

Sholahul Imani El Azmi KPI 1D_Institusi Sosial

Sholahul Imani El Azmi
KPI 1D 2012
1112051000103

Mencegah Pergaulan Buruk Limgkungan dengan Majlis Ta'lim

Latar Belakang

    Melihat banyaknya remaja masa kini yang tercebur dalam pergaulan bebas. Banyak sekali majlis ta'lim berdiri, seperti yang kita lihat sekarang ini banyak majlis ta'lim didirikan oleh habib dimana-dimana.Untuk menanggulangi serta mencegah remaja agar jauh dari pergaulan bebas. Namun tidak hanya remaja, ibu-ibu pun banyak yang menjadi jam'ah sebuah majlis ta'lim.


Narasumber

    Lokasi : Jl. Kemang Utara G RT 02/01 Jak-Sel
    Waktu : Jum'at, 6 desember 2012
    Pukul : 17.00
    Bersama Ustadzah Ida Royani (pengurus)

Metode Penelitian

    Metode yang saya gunakan adalah metode kualitatif, karna saya pun ingin mengetahui lebih jauh tentang sebuah majlis ta'lim.

Hasil Analisis

    Majlis Ta'lim Raudhotus Sa'adah yang berartikan kegiatan kebahagiaan, berdiri sejak tahun 80an (narasumber lupa), pendirinya bernama Ustadzah.HJ. Saodah, majlis ta'lim ini memiliki kegiatan pengajian rutin setiap hari selasa pagi pukul 08.00, serta kegiatan sosialnya ialah menyantuni anak yatim, janda, serta fakir miskin.














Sholahul Imani El Azmi KPI 1D_Institusi Bisnis


Sholahul Imani El Azmi
KPI 1D 2012
1112051000103


Bisnis Kecil-kecilan Tapi Bermanfat Besar (Pulsa Elektrik)
Latar Belakang

    Kehidupan keras kota Jakarta membuat ketatnya persaingan setiap penduduknya untuk memperoleh pekerjaan tapi tidak untuk mereka, mereka ialah para Wirausahawan mereka yang memiliki kemauan untuk maju serta memilika sifat sosialisme untuk membuka lapangan kerja untuk orang lain. Banyaknya angka pengangguran di Jakarta ini tidak membuat mereka putus asa serta tak membuat mereka untuk berhenti berfikir tapi malah justru sebaliknya sehingga dengan kerja keras mereka, mereka dapat memetik hasil manisnya.

Metode Penelitian

    Kualitatif, saya memilih metode ini karna saya ingin bertukar ilmu serta menambah wawasan sesama pengusaha pulsa elektrik.

Pertanyaan Pokok Penelitian

    Bagaimana cara menangani situasi jika pulsa tersebut tidak sampai ke pelanggan dan uang untuk pembayarannya sudah kita ambil tapi laporan atas pengiriman pulsa tersebut sudah jelas "berhasil" ?
  
Narasumber

    Lokasi : Jl. Kemang Utara G RT 02/01 Jak-Sel
    Waktu : Jum'at, 6 desember 2012
    Pukul : 13.00

Subyek Penelitian

    Pada penelitian ini, saya mewawancarai 1 narasumber yaitu kakak kelas saya di tsanawiyah dan aliyah. Beliau bernama Fitriah Fitaloka. Karna dahulu beliau tetangga saya jadi saya tahu betul bagaimana kehidupan keluarganya dan tentu sudah kenal baik dengan saya. Beliau bersekolah di M.T.S Sa'datuddarain bisa dibilang dia anak yang rajin dan tekun dalam menghadapi hidupnya, meski begitu beliau tak pernah mendapatkan beasiswa disekolahnya karna begitu ketatnya persaingan disekolah tersebut. Ketika SMA dia bersekolah di M.A. Al-Khairiyah, awal masuk sekolah tersebut dia mendapatkan tugas sekolah yang harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit lalu dia akhirnya tidak mengerjakan tugas tersebut karna kondisi uang saku yang tidak memungkinkan. Akhirnya beliau berfikir kembali bagaimana cara mendapatkan uang saku lebih tanpa harus berhenti sekolah. Karna memang lokasi sekolah jauh dari lokasi rumahnya ketika di bus dia sering berfikir sambil melihat toko-toko dikanan dan kirinya, singkat cerita kemudian beliau mencoba untuk membuka bisnis pulsa dengan menyisihkan sedikit uang sakunya untuk modalnya "kata ka Fitriah" pada wawancara singkat saya.

    Ketika sudah terkumpul modalnya tersebut sebesar 50ribu dia berani untuk memulai usahanya, dan hingga sekarang kehidupannya semakin membaik dan beliau juga mampu membiayai kuliahnya sendiri karna bisnisnya itu, dan sekarang beliau membuka satu counter kecil-kecilnya di teras rumahnya.

    Dan jawaban beliau atas pertanyaan pokok saya adalah sebagai berikut : "ya gimana yaa ? kalo uangnya dikembaliin pastinya kita akan rugi karna saldo yang kita sudah jelas berkurang tapi ya mau bagaimana lagi ? pembeli itu raja ya mau tidak mau kita kembaliin uangnya tapi kita juga harus sedikit menghafal siapa-siapa saja pembeli yang seperti itu, karna tidak jarang banyak pembeli yang memanfaatkan manfaat seperti itu dengan mengulanginya sampai berkali-kali"

Analisis

    Bisnis ini berdiri sejak 2009 dengan bermodalkan uang 50ribu. Bisnis ini memang terlihat simple tapi sangat-sangat mengganggu karna berdasar jawaban narasumber, ketika usaha beliau masih sangat kecil beliau sering menghadapi situasi dimana saat beliau sedang berkendara ada temannya yang ingin membeli pulsanya. Tidak hanya itu, ketika malam saat dia tertidur lelap untuk beristirahat beliau harus terbangun karna pelanggan (temannya) meminta dikirimkan pulsa tersebut padanya. Tapi memanglah segala hal tergantung bagaimana kita menghadapinya.








PerubahanSosial_HarryRiandayasa_Jurnalistik1B_Laporan4

 
Judul Penelitian:
"Perubahan yang ditimbulkan oleh pendidikan (PAUD Flamboyan)"
Peniliti
Nama: Harry Riandayasa
Jurnalistik1B
Nim    : 1112051100041
 
I.                    LATAR BELAKANG
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
 
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat
Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Kingsley Davis: perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat
2.      William F. Ogburn: perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
3.      Mac Iver: perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
4.      Gillin dan Gillin: perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat
 
II.                  PERTANYAAN POKOK PENELITIAN
1.      Faktor apa yang membuat perubahan sosial di yayasan flamboyan ?
2.      Dampak apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar ?
 
 
 
 
 
 
 
III.                METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan : Kualitatif  adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus dan juga memiliki data yang kuat.
 
Lokasi : Yayasan Flamboyan Jl.sunan giri   No.72 Ciledug,  Tangerang
Waktu : Selasa,  4 Desember 2012, Pukul :14.00 WIB
 
IV.       GAMBARAN SUBYEK/OBYEK PENELITIAN
Seorang wanita bernama Nining Triani  berumur 40 tahun lulusan S1, yang mendirikan sebuah yayasan pendidikan anak usia dini atau yang biasa dikenal dengan PAUD. Tujuan dari mendirikan PAUD  tersebut adalah untuk membantu anak-anak di usia 4-6 untuk dapat mengenal huruf dan angka agar di waktu bangku TK anak tersebut sudah mengenal huruf dan angka  dan dapat membaca dan berhitung. Yayasan tersebut didirikan sejak tahun 2010 berawal dari 5 murid dan sekarang mulai banyaknya antusias orang tua untuk memasukan anak nya ke yayasan tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
V.         ANALISIS
 
Lembaga Pendidikan (baik formal, non formal atau informal) adalah tempat transfer ilmu pengetahuan. Melalui praktik pendidikan, murid yang ada Yayasan Flamboyan dididik dan  diajak untuk mengenali angka  atau huruf diusia belia agar pada waktu TK anak didik tersebut sudah bisa membaca dan berhitung .
 
Dampak positif terhadap:
a.      Keluarga
b.      Masyarakat sekitar
Dampak positif dari ruang  lingkup yang kecil yaitu keluarga. guru pengajar tersebut bukan hanya menjadi guru di PAUD tersebut tetapi juga dapat mengajarkan anak-anak nya yang lebih baik untuk menjadikan anak-anak nya untuk menjadi lebih cerdas, dengan ilmu yang ia peroleh karna mengajar di PAUD ia bisa menerapkan kepada anak-anak nya sehingga dengan mengajar PAUD guru tersebut mendapatkan dampak positif didalam keluarganya terutama untuk anak-anak nya. Tentu dengan keberadaan PAUD tersebut itu, memberikan dampak positif di masyarakat sekitar  terutama untuk para ibu-ibu yang masih memiliki anak yang berusia 4-6 tahun. Dengan yayasan Flamboyan yang keberadaan nya  dekat dengan rumah para ibu-ibu yang masih memiliki anak-anak usia 4-6 tahun justru sangat menguntungkan karna dengan keberadaan nya ibu-ibu tersebut mudah untuk mengontrol anak-anaknya dalam belajar di yayasan Flamboyan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber: Nining Triani
www.wikipedia.com

PerubahanSosial_AnggaSatriaPerkasa_Jurnalistik1B_Laporan4

Judul Penelitian : PERUBAHAN SOSIAL  JARINGAN RADIO KOMUNITAS JAKARTA (JRKT)

ANGGA SATRIA PERKASA

JURNALISTIK 1B

1112051100045

 

 

 

I.                   LATAR BELAKANG

 

 

Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat.

Perubahan sosial juga  bisa diartikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.

Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.

Perubahan sosial juga merupakan proses yang meliputi bentuk keseluruhan aspek kehidupan masyarakat.

Perubahan sosial adalah proses yang meliputi bentuk keseluruhan aspek kehidupan masyarakat. Menurut pengamatan, perubahan sosial telah menjadi titik kajian beragam ilmu yang sifatnya lintas disiplin. Perubahan sosial adalah masalah teori-teori sosial yang dipakai untuk menerangi fenomena perubahan sosial secara sepihak. Dalam banyak hal, ternyata teori, substansi dan metodologi tidak bisa terpisah menjadi suatu sistem berpikir untuk memahami fenomena perubahan sosial yang lengkap.
Perubahan sosial menggambarkan suatu proses perkembangan masyarakat. Pada satu sisi perubahan sosial memberikan suatu ciri perkembangan atau kemajuan (progress) tetapi pada sisi yang lain dapat pula berbentuk suatu kemunduran (regress). Perubahan sosial dapat terjadi oleh karena suatu sebab yang bersifat alamiah dan suatu sebab yang direncanakan. Perubahan sosial yang bersifat alamiah adalah suatu perubahan yang bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri. Sedangkan perubahan sosial yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya suatu program yang direncanakan, seringkali berbentuk intervensi, yang bersumber baik dari dalam ataupun dari luar suatu masyarakat. Perubahan yang direncanakan yang datang dari dalam masyarakat yang bersangkutan, seringkali merupakan program perubahan yang dibuat oleh sekelompok anggota masyarakat tertentu, biasanya para elite masyarakat, yang ditujukan bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya.
Gejala perubahan sosial yang masih relevan dalam tatanan kehidupan masa kini adalah gejala modernisasi yang dicanangkan dunia Barat untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di negara-negara Dunia Ketiga. Dampak modernisasi sangat luas, baik yang dianggap positif maupun negatif oleh kalangan masyarakat di negara-negara Dunia Ketiga, baik yang berkaitan dangan masalah ekonomi, sosial, politik, budaya dan ilmu pengetahuan. Modernisasi sebagai fenomena perubahan mendapat respon yang beragam, bahkan dikritisi sebagai westernisasi. Bagaimanapun sebuah masyarakat bukanlah 'bejana' kosong yang begitu saja menerima hal-hal yang berasal dari luar, tetapi ia memiliki mekanisme tertentu melalui norma-norma dan nilai-nilai tradisi (budaya) dalam menangani dan menanggapi perubahan yang terjadi.
Dalam kaitannya dengan hal ini adalah peran para agen perubahan (pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat) yang mampu mengantisipasi berbagai perkembangan masyarakat sehingga mampu mengarahkan masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih baik.

 

 

 

II.                 PERTANYAAN POKOK PENELITIAN

 

1.     Apa alasan di dirikannya komunitas ini?

2.     Apa saja kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini?

 

 

 

 

 

 

III.              ANALISIS

 

 

Majunya perkembangan teknologi telepon selular (ponsel) saat ini tentu memudahkan proses komunikasi dan pertukaran informasi. Terlebih lagi dengan perkembangan teknologi android. Tentu saja, teknologi android tidak hanya sebatas mampu meningkatan gaya hidup penggunanya, tetapi ternyata dapat dimanfaatkan untuk mempercepat perubahan sosial.VVVVVVVV

Teknologi android ternyata dapat mempercepat pertukaran dan penyebaran informasi yang berguna untuk perubahan sosial bagi masyarakat. Beberapa perangkat lunak ponsel android, seperti sosial media, chating, camcorder, dan streaming, dapat digunakan untuk menyebarluaskan gagasan, laporan dan keluhan masyarakat terhadap permasalahan kehidupan dan kebijakan pemerintah.

Melihat potensi ponsel android yang besar untuk penyebaran informasi dalam perubahan sosial, Jaringan Radio Komunitas Jakarta (JRKT) berinisiatif membentuk Komunitas Android Jakarta. Selain itu, JRKT juga mengadakan bengkel android untuk perubahan sosaial bagi beberapa organisasi sosial dan radio komunitas. Pada bengkel android untuk perubahan sosaial yang dilaksanakan pada 3 dan 10 Agustus 2012 lalu, beberapa orang organisasi sosial memanfaatkan waktu ngabuburit untuk mempelajari kegunaan beberapa perangkat lunak ponsel android untuk dimanfaatkan dalam penyebaran informasi yang terkait dengan perubahan sosial. Dalam bengkel android tersebut, komunitas Android Jakarta belajar membuat film dokumenter, video berita komunitas dan membuat berita komunitas berformat suara untuk disebarluaskan melalui sosial media twitter dan facebook. Selain itu, komunitas itu juga mencoba mengkonvergensikan materi siaran rakom ke dalam format video dan tulisan dengan menggunakan ponsel android.Karena keterbatasan waktu dan kesibukan mempersiapkan lebaran, bengkel android untuk perubahan sosial ini hanya dialkukan dua kali selama bulan Ramadhan. Setelah lebaran, Komunitas Android Jakarta akan belajar melakukan pemetaan dan dan investigasi sosial menggunakan ponsel android.

Dampak perubahan sosial yang di timbulkan dari komunitas ini antara lain, memaksimalkan fungsi ponsel genggam sebagai alat penyampai atau perantara informasi dan pesan berupa pesan digital. Dampak positif yang timbul bagi masyarakat adalah masyarakat luas menjadi lebih memahami dan memaksimalkan kegunaan ponsel genggam yang berbasis android. Masyarakat dapat dngan mudah dalam penyampaian pesan dengan menggunakan android. Komumitas ini juga memberikan pengaruh besar bagi komunitas dan organisasi masyarakat lain agar lebih mengetahui tentang android melalui sharing dalam pertemuan antar komunitas.

 

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

NARA SUMBER : JARINGAN KOMUNITAS RADIO JAKARTA

 

PerubahanSosial_TriyaHermalis_Jurnalistik1B_Laporan4

PERUBAHAN SOSIAL (tarian tradisional membawa perubahan sosial)

TRIA HERMALIS

JURNALISTIK 1B

I.                   LATAR BELAKANG

Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa indonesia dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri.  Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli bangsa Indonesia. Indonesia memiliki tradisi kuno salah satunya tarian yang dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari.

Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah,seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era yaitu era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan.

 

Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, organisasi atau komunitas, ia dapat menyangkut "struktur sosial" atau "pola nilai dan norma" serta "pran". Dengan demikina, istilah yang lebih lengkap mestinya adalah "perubahan sosial-kebudayaan" karena memang antara manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri.

Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial (masyarakat) dan kebudayaan itu, adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri, bahkan jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu, maka suatu hal yang paling baik dilakukan adalah mencoba mengungkap semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari berbagai segi diantaranya: ke "arah" mana perubahan dalam masyarakat itu "bergerak" , yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali, akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau.

Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. Wilbert Moore misalnya, mendefinisikan perubahan sosial sebagai "perubahan penting dari stuktur sosial" dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah "pola-pola perilaku dan interaksi sosial". Dengan demikian dapat diartikan bahwa perubahan social dalam suatu kajian untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan.

 

 

 

 

 

II.                PERTANYAAN POKOK PENELITIAN

 

1.      Faktor  yang membuat perubahan sosial dari tarian tradisional ?

2.      Dampak perubahan sosial bagi dikalangan masyarakat sekitar terhadap tarian tradisonal ?

 

 

III.             METODE PENELITI

           

Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.

Wawancara ini dilakukan pada :

Lokasi                  : Rumah Syanti Herawati (ketua sanggar Flow Pop

Waktu                   : Pukul 15.00 WIB

 

 

IV.               GAMBARAN SUBJEK DAN OBJEK

Sanggar tari  merupakan sarana atau wadah anak anak,remaja,maupun orang dewasa untuk ber-kreatifitas dan mengenal tari-tarian adat dari berbagai daerah. yang di komplikasi-kan serta di modifikasi untuk lebih menguasai dan dapat mengenal lebih dekat tarian tradisonal,terutama tarian tradisional indonesia.

 

V.                 ANALISIS

Disanggar Flow Pop diajarkan  berbagai macam tarian tradisional dengan tujuan untuk tetap menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi dan memepertahankan budaya yang ada di Indonesia.

Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi cara menari yang di tunjukkan  dan pola pikir masyarakat faktor internal lain seperti perubahan jumlah anggota yang ikut menari, penemuan gaya tari baru, terjadinya konflik atau revolusi dan faktor eksternal.

Perkembangan masyarakat sering kali juga di analogikan seperti halnya proses evolusi . suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi, yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk "evolusi" antara lain Herbert Spencer dan Augus Comte. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju kearah yang positif. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk "kesempurnaan"  sebuah tarian yang di tampilkan bagi sudut pandang dari segi tarian.

Bagi masyarakat sekitar kelompok sanggar Flow Pop ini sudah memberikan dampak yang bagus karena mendidik orang untuk tetap melestarikan budaya, dan tidak menyalahgunakan globalisasi yang sekarang sudah lebih banyak ke arah negatif.

Masyarakat sekitar juga bangga karena ada salah satu program yang dilahirkan dari sanggar Flow Pop seperti di bidang sosial, mereka anggota yang ada ddalamnya melakukan gelar konser kecil yang menampilkan kelihaian anggotanya dalam menari, acara itu sperti bentuk rasa sosial karena hasil uang yang didapat akan disumbangkan kepada yayasan yang membutuhkan dana, dan dana itu juga untuk memperbesar sanggar Flow Pop itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com

Narasumber : Syanti Herawati (ketua sanggar Flow Pop)

PerubahanSosial_RizaTasyaCandra_Jurnalistik1B_Laporan4

Judul Penelitian : PERUBAHAN SOSIAL ( Savestreetchild lahir dengan
membawa perubahan Sosial )
RIZA TASYA CANDRA D
JURNALISTIK 1B
1112051100052
 
 
I.                    LATAR BELAKANG
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem
sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok masyarakat.
Perubahan sosial juga  bisa diartikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial
(social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan
sosial.
Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu
akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
Perubahan sosial juga merupakan proses yang meliputi bentuk
keseluruhan aspek kehidupan masyarakat.
Perubahan sosial adalah proses yang meliputi bentuk
keseluruhan aspek kehidupan masyarakat. Menurut pengamatan, perubahan sosial
telah menjadi titik kajian beragam ilmu yang sifatnya lintas disiplin.
Perubahan sosial adalah masalah teori-teori sosial yang dipakai untuk menerangi
fenomena perubahan sosial secara sepihak. Dalam banyak hal, ternyata teori,
substansi dan metodologi tidak bisa terpisah menjadi suatu sistem berpikir
untuk memahami fenomena perubahan sosial yang lengkap.
Perubahan sosial menggambarkan suatu proses perkembangan masyarakat. Pada satu
sisi perubahan sosial memberikan suatu ciri perkembangan atau kemajuan
(progress) tetapi pada sisi yang lain dapat pula berbentuk suatu kemunduran
(regress). Perubahan sosial dapat terjadi oleh karena suatu sebab yang bersifat
alamiah dan suatu sebab yang direncanakan. Perubahan sosial yang bersifat
alamiah adalah suatu perubahan yang bersumber dari dalam masyarakat itu
sendiri. Sedangkan perubahan sosial yang direncanakan adalah perubahan yang
terjadi karena adanya suatu program yang direncanakan, seringkali berbentuk
intervensi, yang bersumber baik dari dalam ataupun dari luar suatu masyarakat.
Perubahan yang direncanakan yang datang dari dalam masyarakat yang
bersangkutan, seringkali merupakan program perubahan yang dibuat oleh
sekelompok anggota masyarakat tertentu, biasanya para elite masyarakat, yang
ditujukan bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya.
Gejala perubahan sosial yang masih relevan dalam tatanan kehidupan masa kini
adalah gejala modernisasi yang dicanangkan dunia Barat untuk memperbaiki
perekonomian masyarakat di negara-negara Dunia Ketiga. Dampak modernisasi
sangat luas, baik yang dianggap positif maupun negatif oleh kalangan masyarakat
di negara-negara Dunia Ketiga, baik yang berkaitan dangan masalah ekonomi,
sosial, politik, budaya dan ilmu pengetahuan. Modernisasi sebagai fenomena
perubahan mendapat respon yang beragam, bahkan dikritisi sebagai westernisasi.
Bagaimanapun sebuah masyarakat bukanlah 'bejana' kosong yang begitu saja
menerima hal-hal yang berasal dari luar, tetapi ia memiliki mekanisme tertentu
melalui norma-norma dan nilai-nilai tradisi (budaya) dalam menangani dan
menanggapi perubahan yang terjadi.
Dalam kaitannya dengan hal ini adalah peran para agen perubahan (pemerintah dan
lembaga-lembaga masyarakat) yang mampu mengantisipasi berbagai perkembangan
masyarakat sehingga mampu mengarahkan masyarakat untuk berubah ke arah yang
lebih baik.
Pendidikan adalah setiap
usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju
kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap
melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa
(atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup
sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa
 
 
II.                  PERTANYAAN POKOK
1.      Apa faktor 'Savestreetschild' yang
membuat perubahan sosial?
2.      Apa dampak  perubahan sosial 'Savetreetschild' ?
 
 
 
 
III.                METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan: Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang
prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument.
Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan
wawancara terhadap narasumber.
Wawancara ini dilakukan pada :
Lokasi :
Tanah Kusir, Jakarta Selatan
Waktu: 1 Desember 2012, 14.00 WIB
 
 
 
IV.               GAMBARAN SUBYEK DAN OBYEK
Savestreetchild adalah sebuah komunitas yang mengajak tangan-tangan
independen untuk membantu dan merangkul berbagai lembaga tempat bernaungnya
anak jalanan yang kebanyakan telah mati suri karena kehilangan donatur, relawan
serta ide untuk berkembang.
Mira Hadyanita wanita kelahiran Jakarta, 10 Oktober 1987 salah satu
relawan pengajar di Savestreetchild, Mira mengajarkan Bahasa Innggris kepada
anak-anak jalanan yang ada di Savestreetchild, Mira merasa anak-anak ini juga
perlu berlatih dalam bahasa asing, Mira berharap suatu saat mereka akan lebih
mengenal dunia dan untuk mengenal dunia anak-anak itu perlu wawasan bahasa.
 
 
 
 
V.                 ANALISIS.
Carut-marut situasi pendidikan di Indonesia memang tidak lepas dari
pengaruh perubahan sosial. Dan setiap berbicara mengenai pendidikan, orang
selalu berkonotasi sekolah formal. Meski tidak semuanya salah namun konsep ini
menisbikan peran pendidikan informal dan non formal, padahal keduanya sama
pentingnya. Dengan demikian keterpurukan pendidikan tidak boleh didefinisikan
sebagai kegagalan pendidikan formal semata. Kebobrokan sistem dan perilaku
sejumlah pemuka masyarakat dan negara, dengan demikian bukan dosa sekolah semata.
Oleh sebab itu sekolah juga mendapat tempat yang istimewa dalam pemikiran tiap
orang dalam usahanya meraih tangga sosial yang lebih tinggi. Sedemikian
istimewanya hingga sekolah telah menjadi salah satu ritus yang harus dijalani
orang-orang muda yang hendak mengubah kedudukannya dalam susunan masyarakat.
Mudah diduga bahwa jalan pikiran seperti itu secara logis mengikuti satu kanal
yang menampung imajinasi mayoritas mengalir menuju sebuah muara, yakni credo
tentang sekolah sebagai kawah condrodimuko tempat agen-agen perubahan dicetak.
Esensi dari sekolah adalah pendidikan dan pokok perkara dalam pendidikan
adalah belajar. Oleh sebab itu tujuan sekolah terutama adalah menjadikan setiap
murid di dalamnya lulus sebagai orang dengan karakter yang siap untuk terus
belajar, bukan tenaga-tenaga yang siap pakai untuk kepentingan industri. Dalam
arus globalisasi dewasa ini perubahan-perubahan berlangsung dalam tempo yang
akan makin sulit diperkirakan. Cakupan perubahan yang ditimbulkan juga akan
makin sulit diukur. Pengaruhnya pada setiap individu juga makin mendalam dan
takakanpernahdapatdidugadenganakurat.
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sedemikian pesat. Ekonomi mengalami
pasang dan surut berganti-ganti sulit diprediksi. Konstelasi kekuatan-kekuatan
politik juga berubah-ubah. Kita tak lagi hidup dengan anggapan lama tentang
dunia yang teratur harmonis. Sebaliknya setiap individu sekarang menghadapi
suatu keadaan yang cenderung tak teratur. Kecenderungan chaos seperti ini harus
dihadapi dan hanya dapat dihadapi oleh orang-orang yang selalu siap untuk
belajar hal-hal baru. Bukanlah mereka yang bermental siap pakai yang akan dapat
memanfaatkan dan berhasil ikut mengarahkan perubahan-perubahan kontemporer
melainkan mereka yang pikirannya terbuka dan antusias pada hal-hal baru.
Di
Savestreetschild tentu memberikan pandangan bahwa sekolah itu memang penting
dan tidak memandang siapa, kaya atau miskin dll tetapi sekolah dan ilmunya
memang sangat dibutuhkan, namun untuk mencapai itu semua harus adanya persuasif
terhadap anak-anak jalanan yang hanya pasrah dengan apa yang mereka miliki dan
apa yang mereka kerjakan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR
PUSTAKA
www.wikipedia.com
www.google.com
Narasumber :
Mira Hadyanita (Guru relawan bahasa inggris di Savestreetchild

Cari Blog Ini